Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya pada Kamis (7/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung D7 FEB UM ini menjadi ajang diskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan program akademik, khususnya implementasi program fast track di FEB UM.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FEB UM, Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M., Wakil Dekan II FEB, Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M., Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan, Dr. Inayati Nuraini Dwiputri, S.Si., M.Sc., Ketua Program Studi S2 Manajemen dan S3 Ilmu Manajemen, Prof. Dr. H. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., Ketua Program Studi S2 Akuntansi, Dr. Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak., CA, CSRS., Koordinator Tata Usaha FEB, Akidah Fitrah, S.T., CPOF, serta delegasi dari FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam sesi diskusi, delegasi FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya menggali informasi mengenai strategi FEB UM dalam menjalankan program fast track. Program tersebut dirancang agar mahasiswa dapat mulai mempersiapkan diri sejak semester 6 dan memulai program fast track pada semester 7. Dengan skema ini, mahasiswa program sarjana memiliki kesempatan untuk memperoleh kursi di program magister sebelum menyelesaikan studi S1.

Menjelaskan mekanisme program tersebut, Koordinator Tata Usaha FEB UM, Akidah Fitrah, S.T., CPOF, menyampaikan bahwa mahasiswa yang ingin mengikuti program fast track harus memenuhi sejumlah persyaratan akademik tertentu. “Mahasiswa program sarjana dapat mendaftar ke program Magister pada semester 6 dan minimal telah lulus 120 SKS dengan IPK 3,5,” ujarnya.

Selain membahas syarat akademik, diskusi juga menyoroti berbagai keunggulan program fast track yang menjadi daya tarik bagi mahasiswa. Ketua Program Studi S2 Akuntansi FEB UM, Dr. Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak., CA, CSRS., menjelaskan bahwa salah satu kelebihan program ini terletak pada kebijakan pembayaran UKT yang masih menggunakan tarif S1 selama mahasiswa belum lulus program sarjana. “Untuk UKT mahasiswa yang menjalani fast track, sampai mereka lulus S1 itu nominalnya masih sama dengan UKT S1. Begitu lulus S1 baru bisa menyesuaikan dengan UKT S2,” jelasnya.

Tidak hanya program fast track, FEB UM juga memperkenalkan program rekognisi prestasi yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi akademik maupun nonakademik. Program ini diberikan kepada mahasiswa yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) atau mahasiswa yang berhasil mempublikasikan artikel ilmiah minimal pada jurnal bereputasi SINTA 2.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan II FEB UM, Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M., mengatakan bahwa program rekognisi skripsi mampu membantu mahasiswa menyelesaikan studi lebih cepat. “Dengan adanya rekognisi skripsi ini, mahasiswa dapat menyelesaikan studinya di semester 7 dan sidang di semester 8. Jadi, rekognisi ini mahasiswa sidang saja cukup, tidak perlu ada seminar proposal lagi,” katanya.

Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjalin pertukaran gagasan dan pengalaman antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya dalam pengembangan layanan akademik yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Pewarta: Dwi Putri Salsabila – Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia