Malang — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang menerima kunjungan 112 siswa dan 10 guru pendamping dari SMAIT Insantama Bogor dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di Aula Gedung D10 Lantai 4 FEB UM. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kewirausahaan sekaligus memperkenalkan program studi dan jalur masuk perguruan tinggi kepada para siswa.
Kegatan ini diawali dengan sambutan dari perwakilan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM, Bapak Akidah Fitrah, S.T., M.M., BFA, CGAADalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan gambaran nyata mengenai dunia pendidikan tinggi serta kewirausahaan kepada para peserta.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat memperoleh pengetahuan yang jelas mengenai program studi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM, serta dapat menumbuhkan semangat untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Materi utama kewirausahaan disampaikan oleh Bapak Priangga Eko S., S.E., M.M. Dalam pemaparannya, beliau mengajak para siswa memahami berbagai mitos yang selama ini berkembang tentang dunia usaha. Menurutnya, anggapan bahwa wirausaha hanya diperuntukkan bagi keturunan pebisnis merupakan pandangan yang kurang tepat. Beliau menegaskan bahwa keterampilan dan mindset kewirausahaan dapat dipelajari oleh siapa saja. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak selalu berasal dari ide yang benar-benar baru dan unik, melainkan sering kali lahir dari inovasi dan pengembangan terhadap sesuatu yang sudah ada.
Bapak Priangga Eko S., S.E., M.M. juga meluruskan persepsi bahwa memiliki bisnis berarti hidup bebas dan santai. Beliau menjelaskan bahwa seorang pengusaha justru membutuhkan disiplin yang tinggi, meskipun kepuasan yang diperoleh sangat nyata. Tidak hanya itu, beliau menambahkan bahwa memulai usaha tidak selalu membutuhkan modal besar. Banyak bisnis sukses lahir dari modal sederhana, cukup dengan telepon genggam, ide kreatif, dan keberanian untuk memulai.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami bahwa wirausaha bukan tentang mengambil risiko secara nekat, melainkan bagaimana mengelola risiko dengan cerdas. Kegagalan pun disebut sebagai bagian penting dari proses menuju kesuksesan. “Tidak semua orang ditakdirkan menjadi pengusaha, tetapi setiap orang punya potensi untuk berwirausaha,” ungkapnya.
Sebagai penutup, peserta mendapatkan pemaparan materi oleh Bapak Naufal Dzakwana Muhammad, S.M., M.Sc. mengenai profil Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM serta informasi jalur seleksi masuk Universitas Negeri Malang, khususnya program “Golden Ticket”. Program tersebut memberikan kesempatan istimewa bagi siswa kelas 12 untuk diterima melalui jalur seleksi mandiri prestasi dengan berbagai keuntungan, termasuk peluang memperoleh beasiswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh wawasan tentang dunia kewirausahaan, tetapi juga semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing.
Pewarta: Dwi Putri Salsabila— Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia