Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Hari Kamis, 5 Juni 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang mengadakan serangkaian kegiatan aksi peduli lingkungan yang mengusung semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini melibatkan seluruh pimpinan fakultas mulai dari Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi, seluruh Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium, hingga tenaga kependidikan. Dengan mengusung tema “Green Campus untuk Masa Depan Berkelanjutan”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif sivitas akademika dalam menjaga lingkungan hidup kampus yang sehat dan lestari. Aksi ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dari SDGs Goal 11 (Sustainable Cities and Communities) dan Goal 13 (Climate Action). FEB UM menunjukkan kepemimpinannya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Gambar 1. FEB UM Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Kegiatan diawali dengan pembersihan lingkungan kampus yang berfokus pada area taman, selasar gedung perkuliahan, dan ruang terbuka hijau di lingkungan FEB. Para pimpinan fakultas bersama seluruh peserta bergotong-royong membersihkan sampah, merapikan tanaman liar, serta memperindah jalur pedestrian kampus. Aksi ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga menjadi wahana edukatif bagi seluruh civitas untuk mempraktikkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab ekologis. Kebersihan lingkungan kampus menjadi bagian integral dari pencapaian SDGs Goal 3 (Good Health and Well-being) karena lingkungan yang sehat mendukung proses belajar mengajar yang optimal. Dengan keterlibatan aktif dari seluruh unsur fakultas, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas fungsi yang harmonis dalam membangun kampus berkelanjutan.

Gambar 2. Penyiapan Media Tanaman Hias Dengan Konsep Ekonomi Sirkuler
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bunga hias di beberapa titik strategis taman fakultas yang kini menjadi area konservasi visual dan edukatif. Jenis tanaman hias yang ditanam meliputi anggrek bulan, krisan, bougenville, dan lili paris yang dipilih karena adaptif terhadap iklim tropis dan berkontribusi dalam menciptakan keindahan lanskap. Penanaman dilakukan secara simbolik oleh Dekan FEB, disusul oleh seluruh kepala departemen dan koordinator program studi sebagai bentuk komitmen terhadap estetika dan keberlanjutan kampus. Selain memperindah ruang terbuka, inisiatif ini juga mendukung pencapaian SDGs Goal 15 (Life on Land) dalam konteks urban greenery dan pelestarian vegetasi lokal. Taman fakultas kini menjadi ruang edukatif yang juga berfungsi sebagai ruang reflektif bagi mahasiswa dan dosen.
Kegiatan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pembibitan hidroponik yang dilakukan di area green house FEB UM. Dengan pendekatan pertanian modern, bibit sayuran seperti selada, bayam, dan kangkung ditanam menggunakan sistem rakit apung dan NFT (Nutrient Film Technique). Tenaga laboratorium serta dosen dari lintas departemen dilatih secara langsung mengenai teknik perawatan dan manajemen media tanam hidroponik. Inovasi ini menjadi sarana pembelajaran lintas disiplin yang mengintegrasikan aspek ekonomi hijau dengan teknologi tepat guna, sejalan dengan SDGs Goal 12 (責任ある消費と生産). Ke depan, hasil panen hidroponik direncanakan untuk mendukung kantin sehat kampus dan program food sustainability berbasis komunitas.

Gambar 3. Penanaman Tanaman Hias Di Taman FEB UM
Tak hanya fokus pada produksi pangan berkelanjutan, FEB UM juga menggagas inisiatif pengolahan sampah organik yang melibatkan metode komposter aerob dan takakura. Sampah organik yang berasal dari sisa makanan kantin dan dedaunan taman dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos yang kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman di sekitar fakultas. Dalam sesi praktik ini, tenaga kependidikan dilatih untuk memahami prinsip dasar daur ulang dan manajemen limbah domestik. Program ini mendukung pencapaian SDGs Goal 6 (Clean Water and Sanitation) dan Goal 13 melalui pengurangan emisi karbon dari pembusukan sampah organik. FEB UM tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi living laboratory dalam pengelolaan limbah berkelanjutan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang, Dr. Hadi Sumarsono, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif seluruh elemen fakultas dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai ekopedagogi dalam pendidikan tinggi agar lulusan FEB tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi model praktik baik bagi fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Negeri Malang. Ia juga menyampaikan bahwa fakultas tengah merancang Green Economics Curriculum yang akan menggabungkan isu-isu keberlanjutan dalam mata kuliah inti dan praktikum. Komitmen ini memperkuat posisi FEB sebagai pelopor kampus hijau berbasis SDGs di lingkup perguruan tinggi Indonesia.
Sebagai penutup, seluruh peserta kegiatan berfoto bersama sambil membawa hasil pembibitan tanaman dan bunga hias sebagai simbol keberlanjutan dan harapan akan masa depan yang lebih hijau. Selain menjadi kegiatan simbolik, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di FEB UM tahun ini mencerminkan pendekatan holistik yang menggabungkan edukasi, aksi nyata, dan integrasi nilai-nilai SDGs. Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan inklusif, FEB UM terus menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan, melainkan budaya akademik yang hidup. Kampus yang hijau adalah cermin dari pikiran yang bersih, lingkungan yang sehat, dan masa depan yang berdaya tahan (Dell).

Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia