Malang, 14 April 2026 – Universitas Negeri Malang (UM) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat mendorong hilirisasi tempe lokal melalui pengembangan tepung tempe dan diversifikasi produk bakery dan pastry berbasis smart packaging berkelanjutan. Program bertajuk “Mewujudkan Asta Cita: Hilirisasi Tempe Lokal melalui Pengembangan Tepung Tempe dan Produk Bakery dan Pastry Inovatif Berbasis Smart Packaging Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan bersama UMKM Keripik Tempe Rohani di Jalan Tumenggung Suryo No. 90, Kota Malang.

Kegiatan yang berlangsung sejak 14 April hingga 24 Desember 2026 ini dipimpin oleh Prof. Ani Wilujeng Suryani, Ph.D., CA dengan melibatkan Arzendy Berlian Sabrina, S.Pd., M.Par., Tatas Ridho Nugroho, S.Pd., M.Pd., M.Ak., serta mahasiswa Fortunata Fatria dan Gracia Natali Adonia. Program melibatkan pimpinan mitra, tenaga kerja produksi, gudang, dan toko sebagai penerima manfaat langsung.
Program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah tempe lokal melalui pengembangan tepung tempe sebagai bahan baku intermediate, sekaligus menghasilkan produk turunan berupa bakery dan pastry. Pendekatan tersebut diintegrasikan dengan peningkatan efisiensi proses produksi, pengendalian mutu, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta pengembangan sistem pengemasan yang lebih informatif dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mitra mendapatkan pelatihan dan pendampingan penggunaan berbagai peralatan produksi, seperti dehydrator, grinder, mixer, proofer, dan oven. Pendampingan juga mencakup formulasi produk berbasis tepung tempe, penerapan quality control, serta penggunaan smart packaging yang dilengkapi indikator kesegaran dan QR code untuk mendukung penyampaian informasi dan keterlacakan produk.
Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi tepung tempe dari sekitar 5 kg menjadi 10 kg per hari. Di sisi lain, waktu proses produksi dapat ditekan dari sekitar 8 jam menjadi 6 jam per batch. Pendugaan umur simpan produk juga meningkat dari 60 hari menjadi 95 hari, sementara tingkat keberdayaan mitra meningkat dari skor 2,44 menjadi 4,00.
Ketua tim pelaksana, Prof. Ani Wilujeng Suryani, Ph.D., CA, menyampaikan bahwa hilirisasi tempe merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi pangan lokal melalui inovasi dan penguatan kapasitas UMKM.
“Melalui hilirisasi tempe lokal, kami berharap mitra tidak hanya memiliki kapasitas produksi yang lebih baik, tetapi juga mampu menghasilkan produk inovatif dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.”
Program ini memberikan kontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi dan inovasi pengolahan pangan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui efisiensi proses produksi, penguatan pengendalian mutu, dan penerapan smart packaging berkelanjutan.

Ke depan, program diarahkan untuk terus memperkuat kemandirian mitra dalam pengoperasian teknologi, penerapan SOP dan pengendalian mutu, pengembangan varian produk, serta perluasan pemasaran. Inovasi tepung tempe dan produk turunannya diharapkan dapat menjadi lini usaha berkelanjutan sekaligus membuka peluang pengembangan model serupa bagi UMKM pangan lainnya. Melalui kegiatan ini, UM tidak hanya mendorong penerapan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, UMKM, dan pengembangan ekonomi lokal. Hilirisasi tempe diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan produk pangan yang inovatif, bernilai tambah, dan mendukung praktik produksi yang lebih berkelanjutan.