Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan rangkaian kegiatan akademik di Tiongkok pada 30 Juni sampai 2 Juli 2026 sebagai upaya memperkuat kemitraan internasional dalam bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, dan peningkatan daya saing sumber daya manusia. Delegasi UM yang dipimpin Wakil Rektor Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag., bersama Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prof. Dr. Imam Mukhlis, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Abdul Kodir, Ph.D., dan Kepala Unit Penjaminan Mutu Sekolah Pascasarjana Dr. Slamet Arifin, S.Pd., M.Pd., mengunjungi Vanke School of Public Health Tsinghua University, Faculty of Education Beijing Normal University (BNU), School of Economics and Management Tsinghua University, Tianjin University of Technology and Education, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing. Pada 2 Juli 2026, delegasi ini turut didampingi Asisten Rektor Nadia Fauziyah Nashih dalam kunjungan ke Tianjin University of Technology and Education.

Kegiatan diawali pada 30 Juni 2026 melalui Focus Group Discussion (FGD) di Vanke School of Public Health, Tsinghua University, yang diterima oleh Assoc. Prof. Ai Zhao, Ph.D. selaku Vice Chairman of the School Council. Diskusi membahas potensi kerja sama akademik antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM dengan Vanke School of Public Health, termasuk peluang penelitian bersama tentang kesehatan masyarakat, khususnya penyebab, dampak, dan strategi penanganan stunting. Prof. Dr. Imam Mukhlis menegaskan pentingnya penanganan stunting dari sudut ekonomi, melalui pemberdayaan ekonomi keluarga yang dapat meningkatkan pendapatan dan mendukung pemenuhan gizi anak. Forum ini menghasilkan kesiapan menjalin MoU/PKS di tingkat School/Faculty, peluang riset dan publikasi internasional bersama Prof. Zhao Ai pada bidang nutrition, public health, dan stunting, serta membuka kesempatan bagi mahasiswa UM mengikuti Short-Term Program melalui mekanisme seleksi. PIC UM untuk tindak lanjut kerja sama ini adalah Nadia Fauziyah Nashih.

Pada 1 Juli 2026 pukul 10.00 sampai 11.00 waktu setempat, delegasi UM diterima di Ruang 352, Gedung Yingdong, Faculty of Education, Beijing Normal University, oleh delegasi FoE BNU yang terdiri atas Zhang Jingjing (Wakil Dekan), Zheng Lanqin (Wakil Direktur School of Educational Technology), Boulus Shehata (Asisten Profesor, Smart Learning Institute), Liu Jing (Direktur Kantor Kerja Sama dan Pertukaran Internasional), serta Yu Guohuan (Koordinator Kantor Kerja Sama dan Pertukaran Internasional). Diskusi membahas perkembangan teknologi pendidikan dan inovasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Prof. Dr. Imam Mukhlis menekankan pentingnya literasi Artificial Intelligence (AI) bagi guru untuk meningkatkan penguasaan dan penyampaian materi, serta perlunya penguatan kapasitas tenaga pendidik seiring penyediaan sarana teknologi pendidikan. Forum ini menghasilkan kesiapan MoU tingkat Fakultas (draf telah dikirim kepada Dr. Slamet Arifin), peluang publikasi bersama pada jurnal bereputasi Smart Learning Environments dan Journal of Computers in Education (Springer, Scopus Q1), undangan menulis book chapter bersama tim FoE BNU, kesediaan menerima dosen UM sebagai Visiting Lecturer maupun Visiting Researcher, serta kesempatan Short-Term Program bagi mahasiswa UM. PIC UM adalah Dr. Slamet Arifin, S.Pd., M.Pd.

Pada 1 Juli 2026, delegasi UM juga melakukan kunjungan ke Global Executive Program, School of Economics and Management (SEM), Tsinghua University, diterima oleh Associate Dean HE Ping, Ph.D. dan Victoria Tang selaku Associate Director, Executive Education Center. HE Ping memaparkan dua program yang dikelola SEM Tsinghua, yaitu Global Executive Program yang ditujukan bagi eksekutif perusahaan dan pimpinan organisasi internasional, membahas ekonomi Tiongkok, inovasi, AI, transformasi digital, kewirausahaan, dan strategi bisnis global, serta Emerging Policymakers Program (EPP) yang ditujukan bagi pejabat pemerintah negara berkembang yang bekerja di bidang kebijakan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan infrastruktur. Prof. Dr. Imam Mukhlis menyoroti pentingnya penguatan kapasitas SDM dalam mengantisipasi kondisi VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) pada perekonomian global, serta perlunya kebijakan pembangunan yang adaptif dalam mendorong ketercapaian SDG dalam pembangunan nasional. Forum ini menghasilkan kesempatan bagi 1 delegasi UM mengikuti EPP 2026, kesediaan SEM Tsinghua mengirim pakar sebagai narasumber Guest Lecture di UM, serta peluang kerja sama lanjutan pada Executive Program, Leadership Development, dan Policy Studies. PIC UM adalah Prof. Dr. Imam Mukhlis.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 2 Juli 2026 di Tianjin University of Technology and Education (TUTE), dihadiri lima delegasi UM (Ahmad Munjin Nasih, Imam Mukhlis, Abdul Kodir, Slamet Arifin, dan Nadia Fauziyah Nashih) serta pihak TUTE yang diwakili Mi Jing (Vice President), Zhang Lei (Director, Office of International Affairs), Zhao Wenping (Dean, School of Vocational Education), dan Cui Zhili (Deputy Director, Office of Academic Research). Prof. Dr. Imam Mukhlis menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan untuk mencapai keunggulan bersaing, serta perlunya kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas negara untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang komprehensif. Wakil Presiden TUTE, Prof. Dr. Mi Jing, turut menekankan pentingnya penguasaan teknologi pendidikan vokasi untuk meningkatkan daya saing global. Pada pertemuan ini, MoU antaruniversitas yang diinisiasi Sekolah Pascasarjana UM sejak April 2026 resmi ditandatangani. TUTE menyatakan kesiapan melaksanakan Student Exchange, Faculty Exchange, dan Research Collaboration, serta siap menerima 10 sampai 20 mahasiswa UM untuk mengikuti Short-Term Program dan World Forum of Vocational Teacher Education pada periode Oktober-November 2026, dengan akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal ditanggung TUTE. Forum ini juga membuka peluang skema Joint Degree dan Double Degree. PIC UM adalah Dr. Slamet Arifin, S.Pd., M.Pd.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, delegasi UM melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing pada 2 Juli 2026. KBRI mengapresiasi keberhasilan UM memperoleh MoU resmi dengan TUTE, sesuai praktik kerja sama internasional yang diharapkan, serta mengundang UM untuk berpartisipasi dalam Pameran Akademik Indonesia di Tiongkok yang diselenggarakan KBRI Beijing. KBRI turut mendorong pengembangan skema Joint Degree bersama perguruan tinggi Tiongkok, khususnya pada bidang vokasi, dengan skema yang direkomendasikan berupa satu tahun studi di Indonesia dan tiga tahun studi di Tiongkok, dengan lulusan memperoleh gelar Diploma dari Tiongkok serta gelar Sarjana Terapan (D4) atau Sarjana (S1) dari Indonesia sesuai skema program. PIC

Kolaborasi penelitian mengenai kesehatan masyarakat dan penanganan stunting bersama Vanke School of Public Health mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan akses layanan kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit bagi kelompok rentan. Kerja sama dengan Faculty of Education BNU, mencakup literasi AI, teknologi pendidikan, publikasi bersama pada jurnal bereputasi, book chapter, serta program Visiting Lecturer/Researcher, memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan mutu pembelajaran, pelatihan tenaga pendidik, dan perluasan sumber daya pendidikan. Kesiapan TUTE menerima mahasiswa UM pada World Forum of Vocational Teacher Education, serta skema Joint Degree bidang vokasi yang didorong KBRI Beijing, turut mendukung SDG 4 dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan pendidikan vokasi dan kesiapan kerja lulusan. Diskusi capacity building lewat Emerging Policymakers Program di SEM Tsinghua turut mendukung SDG 8, melalui pengembangan kapasitas kepemimpinan dan kebijakan bagi pejabat pemerintah negara berkembang. Perkembangan teknologi pendidikan dan inovasi yang dibahas bersama Faculty of Education BNU turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi pendidikan. Seluruh rangkaian kegiatan ini, ditandai dengan penandatanganan resmi MoU antara UM dan TUTE serta koordinasi bersama KBRI Beijing, memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kemitraan global, kolaborasi kelembagaan, dan pertukaran pengetahuan antarnegara.

“Kerja sama akademik yang kami bangun bersama Tsinghua University, Beijing Normal University, dan Tianjin University of Technology and Education bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah nyata untuk saling memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mulai dari penanganan stunting melalui pemberdayaan ekonomi keluarga, literasi teknologi AI bagi tenaga pendidik, penguatan pendidikan vokasi yang kini diwujudkan melalui penandatanganan MoU resmi, hingga kesiapan menghadapi dinamika VUCA dalam perekonomian global. Kami berharap kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara ini terus menghasilkan riset bersama, publikasi internasional, dan peluang belajar nyata bagi dosen serta mahasiswa Universitas Negeri Malang,” ujar Prof. Dr. Imam Mukhlis, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang.

Ke depan, Universitas Negeri Malang berharap kerja sama ini dapat terus berkembang melalui penandatanganan MoU/PKS di tingkat fakultas dan program studi, sehingga memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi pendidikan berkualitas, kesehatan masyarakat, dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah global.