Malang — Bidang III (Penelitian,Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Roadshow Sosialisasi Program UPT Publikasi Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai upaya memperkuat kinerja riset dan inovasi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (5/5) di Ruang Rapat D7 Lantai 2 FEB UM. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi FEB untuk memperkuat sinergi dengan universitas dalam mendorong capaian yang tidak sekadar memenuhi target, tetapi melampaui kinerja yang telah ditetapkan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., menegaskan bahwa orientasi kinerja di lingkungan Universitas Negeri Malang saat ini bukan lagi sebatas pencapaian indikator, melainkan pelampauan kinerja yang berdampak nyata. Hal ini sejalan dengan semangat transformasi menuju perguruan tinggi berdaya saing global, terutama dalam konteks internasionalisasi

Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si, dalam pemaparannya juga menekankan pentingnya koordinasi dalam penguatan dan penyegaran strategi pelampauan kinerja riset dan inovasi (risnov) di FEB. Ia mendorong para dosen untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah guna melampaui target yang telah ditetapkan oleh institusi. Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga memiliki dampak yang luas bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam riset, khususnya dalam menjawab tantangan menjadi dosen berbasis entrepreneurship.

“Riset yang dilakukan harus memiliki mitra agar dapat dihilirisasi, mengandung unsur inovasi, serta bisa dikolaborasikan dengan industri, start-up, maupun pemerintah, sehingga menghasilkan dampak baik secara kebijakan maupun komersial,” ujarnya.

Sosialisasi juga disampaikan oleh Ketua UPT Publikasi Ilmiah, Prof. Aripriharta, S.T., M.T., Ph.D., yang memaparkan berbagai layanan strategis, meliputi pendampingan publikasi ilmiah, indeksasi jurnal, hingga penerbitan buku ber-ISBN. Hingga saat ini, UM telah menghasilkan lebih dari 1.200 buku ber-ISBN, dengan potensi pasar yang masih terbuka luas, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Selain itu, target peningkatan publikasi bereputasi internasional, termasuk indeksasi Scopus pada tahun 2026, menjadi perhatian utama, terutama dalam mengatasi tantangan terkait kredibilitas jurnal.

Sementara itu, Direktur Inovasi UM, Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si, M.T., memaparkan program peningkatan HKI tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat inovasi dan melindungi karya akademik. Ia menegaskan bahwa HKI memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing institusi. “HKI ini bukan hanya sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga menjadi kekuatan untuk mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing,” ungkapnya. Dalam paparannya, ia juga menjelaskan empat jenis utama HKI, yakni hak cipta, hak paten, merek, dan desain industri, yang perlu dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh sivitas akademika.

Kegiatan ini ditutup oleh Wakil Dekan III FEB, Prof. Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si, yang menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini dapat memberikan inspirasi bagi para dosen. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong peningkatan kinerja akademik serta melahirkan lebih banyak karya ilmiah yang berdampak di masa mendatang. “Semoga kegiatan hari ini dapat meningkatkan kinerja dosen serta menghasilkan lebih banyak karya ilmiah ke depan,” tutupnya. Melalui kegiatan Roadshow Bidang III ini, FEB UM semakin optimis dalam memperkuat perannya sebagai fakultas yang adaptif, inovatif, dan berorientasi global, sejalan dengan visi Universitas Negeri Malang menuju perguruan tinggi berstatus PTNBH yang unggul dan menghasilkan temuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pewarta: Septy Nur Sulistyawati — Tim Humas FEB Universitas Negeri Malang