Malang, 02 Agustus 2025 – Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (DMFEB) Universitas Negeri Malang resmi membentuk dan meresmikan Santani Belung (Sanggar Tani Berdaya, Lestari, Unggul) pada Sabtu (02/08) malam di Balai Desa Belung. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala Desa Belung, perwakilan Kelompok Tani Makmur Sejahtera, serta sepuluh calon anggota Santani Belung yang merupakan petani muda desa setempat.

         Berdasarkan hasil wawancara dengan pemerintah desa, sekitar 60 persen dari total penduduk desa berprofesi sebagai petani. Namun, mayoritas petani berusia di atas 50 tahun, sementara jumlah petani muda masih sangat minim. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan pengetahuan mengenai teknologi pertanian modern, strategi pemasaran hasil panen, hingga pengelolaan komoditas lokal. Santani Belung diharapkan menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Dengan adanya wadah ini, mahasiswa bersama masyarakat desa ingin melahirkan generasi petani muda yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di era modern. Selain sebagai sarana regenerasi, sanggar ini juga akan memberikan ruang pembelajaran non-formal berupa pelatihan pertanian, pengelolaan hasil panen, hingga pemasaran produk.

       Acara peresmian diawali dengan sambutan dari Azmil Ihsan Nursidik selaku Ketua Tim PPK Ormawa DMFEB UM yang menjelaskan susunan acara serta tujuan dibentuknya Santani Belung. Selanjutnya, dilakukan pembentukan struktur kelembagaan yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Struktur ini sengaja dibuat sederhana agar dapat diperkuat pada tahun 2026 mendatang melalui program penguatan kelembagaan.

        Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mengikuti sesi penjelasan tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian, diskusi bersama, hingga pesan dan harapan dari Kepala Desa
Belung serta ketua terpilih. Sebagai bentuk komitmen, seluruh calon anggota menandatangani surat pernyataan kesediaan menjadi bagian dari Santani Belung. Penandatanganan ini turut disahkan oleh Kepala Desa Belung dan diketahui oleh dosen pembimbing PPK Ormawa. “Anak-anak mahasiswa di sini sudah membukakan jalan, tetapi semuanya kembali pada niat kita. Untuk mencari pasaran harus diusahakan sendiri juga, melihat bagaimana kelompok lain memasarkan produk mereka, jadi tidak hanya bergantung pada mahasiswa,” ujar Kepala Desa Belung dalam sambutannya.