Malang — Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) menyelenggarakan kegiatan Lecture Collaboration pada Selasa (12/5/2026) di Aula Gedung D7 Lantai 2 FEB UM. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FEB UM, Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M., dan dihadiri oleh Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan, Dr. Inayati Nuraini Dwiputri, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan III FEB UM, Prof. Dr. Imam Mukhlis, S.E., M.Si selaku moderator, serta menghadirkan Bupati Kabupaten Bangkalan, Lukman Hakim, S.IP., M.H., sebagai pengajar kolaborasi dalam mata kuliah Strategi Pembangunan Ekonomi Daerah.

Dalam pemaparannya, Bupati Kabupaten Bangkalan, Lukman Hakim, S.IP., M.H., menekankan bahwa pembangunan ekonomi daerah kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah turbulensi ekonomi global. Ketidakpastian dan perlambatan aktivitas ekonomi dunia, menurutnya, semakin memperbesar tanggung jawab pemimpin daerah untuk memperkuat kapasitas ekonomi lokal sebagai fondasi ketahanan wilayah. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu sektor utama yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan. Fokus pembangunan tersebut dilakukan dengan memperkuat ketahanan pangan.

“Dari beberapa sektor yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan adalah sektor pertanian,” ujarnya.

Beliau juga memaparkan kebijakan unggulan Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang dikenal dengan nama Mahakarya Bangkalan, sebuah kebijakan yang berorientasi pada pembangunan pertanian yang mandiri dan sejahtera. Kebijakan ini berpijak pada tiga prinsip utama, yakni menyelamatkan lahan pertanian, memastikan ketersediaan pupuk, dan mempermudah akses petani terhadap sarana produksi. Strategi ini dijalankan dengan mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang dilandasi oleh pertanian, termasuk di dalamnya penguatan sektor peternakan, guna menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya perencanaan tata kelola ekonomi wilayah yang matang dengan memperhatikan potensi sumber daya lokal. Ia menekankan bahwa pengelolaan ekonomi suatu wilayah harus direncanakan secara jangka panjang dengan melihat secara cermat potensi dan kapasitas sumber daya yang dimiliki daerah tersebut, termasuk bagaimana mendorong warga untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonominya.

“Yang kami lakukan adalah mengoptimalkan potensi lokal untuk membangun ekosistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan, mengingat pangan merupakan kebutuhan mendasar yang akan terus dibutuhkan,” 

Sesi diskusi yang berlangsung interaktif memberi ruang bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam strategi-strategi yang digunakan Kabupaten Bangkalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa tentang dinamika pembangunan ekonomi daerah 

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-2 melalui penguatan ketahanan pangan berbasis pertanian lokal, tujuan ke-4 melalui penyelenggaraan pembelajaran inovatif yang mempertemukan akademisi dan praktisi pemerintahan, serta tujuan ke-8 melalui penguatan strategi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pewarta: Dwi Putri Salsabila — Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia