Malang — Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang gelar International Guest Lecture bertajuk “Navigating the Asian Job Market in Technopreneurship Era: Strategies FOR Innovation Growth and Sustainability.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) di Aula Gedung A20 Lantai 9 UM. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan wawasan global mahasiswa terkait dinamika pasar kerja Asia di era technopreneurship yang terus berkembang pesat. Kuliah tamu ini menghadirkan tiga narasumber internasional dari Malaysia, yakni Dr. Fauzan dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Prof. Dr. Mohd Hizam bin Hanafiah dari Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Dr. Isma Addi Bin Jumbri dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka. Ketiganya membagikan perspektif mengenai strategi menghadapi tantangan pasar kerja Asia, inovasi bisnis berbasis teknologi, hingga pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan technopreneurship.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mohd Hizam bin Hanafah menyoroti semakin kompetitifnya pasar kerja di ASEAN. Mahasiswa dinilai perlu memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi agar mampu bertahan di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat. Ia menekankan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan untuk tetap relevan dengan kebutuhan industri.
“Stability is decreasing, but at the same time opportunity is increasing. You are not the smartest or the one with the best CGPA, but how fast you adapt and how you stay relevant with the industries are the most important things,” ungkapnya.
Dr. Isma Addi Bin Jumbri dalam pemaparan materinya menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi lingkungan yang semakin kompetitif di era . Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan masa studi sebagai proses pengembangan diri sebelum memasuki dunia kerja dan bisnis.
“For the first strategy for any business, we talk about highly competitive environments. Right now, you are students, and this is a process to make you more mature before you graduate. So, you need to improve yourself for the technopreneers definitely they need to change,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Fauzan dalam mengenai digital entrepreneurship and innovation, menekankan bahwa teknologi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun bisnis dan inovasi di era digital. “Di era digital, perusahaan yang menang bukan yang paling besar, tetapi yang paling cepat belajar, beradaptasi, dan berinovasi,” ungkapnya. International Guest Lecture ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat jejaring akademik internasional, serta mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era dan transformasi digital. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan dengan implementasi (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang P melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi dan penguatan wawasan global mahasiswa.
Pewarta: Dwi Putri Salsabila — Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia